Mengenal Lebih Dekat dengan BPA Free atau Bisphenol A (BPA) 

Galon Air BPA Free sempat menjadi perdebatan baik itu di Sosial Media ataupun di kehidupan masyarakat. Apa sih sebenarnya BPA itu? Kenapa bisa berbahaya untuk kesehatan padahal cuman air minum saja?. 

Mari kita mengenal sedikit tentang zat kimia BPA ini dan bagaimana dampaknya kepada kesehatan?. 

Apa itu BPA Free?

Bisphenol A yang biasa dikenal dengan BPA menjadi topik pembicaraan hangat akhir-akhir ini. Hal ini terjadi setelah seorang influencer yang membahas mengenai bahayanya galon non BPA Free.

BPA merupakan zat kimia yang digunakan pada proses industri pembuatan polikarbonat atau yang dikenal dengan plastik keras. 

Seringkali digunakan untuk menyimpan makanan dan minuman, bisa berbahan plastik. Sering juga ditemukan di resin epoksi yang digunakan pada bagian kaleng makanan dan minuman. 

Upaya BPOM terhadap BPA Free

Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM telah berupaya untuk memastikan keamanan pada kemasan makanan dan minuman. 

Salah satunya adalah memberikan label pada kemasan makanan dan minumannya. Pelabelan tersebut juga sesuai dengan arahan dari BPOM tersebut. 

BPOM juga telah melakukan diskusi dengan semua pihak terkait regulasi ini, diskusi tersebut melibatkan pelaku usaha air kemasan, bisnis mikro, bisnis kecil, bisnis menengah dan market-market besar serta asosiasi terkait. 

Upaya pelabelan dari BPOM ini juga merupakan kepedulian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat, sekaligus dukungan pemerintah kepada UMKM-UMKM. 

Cara Kerja BPA Free Mempengaruhi Air Galon

Mochamad Chalid, seorang teknik material dari Universitas Indonesia menjelaskan bahwa penguraian zat BPA dari kemasan berbahan polikarbonat ke produk air minum melalui banyak faktor. 

Faktor derajat pada air yang sama, kontak dengan air dalam waktu yang cukup lama dan suhu ketika transportasi atau proses penyimpanan atau proses isi ulang. 

Berapa Batas BPA Free dalam Kemasan Makanan dan Minuman

BPOM mengungkapkan bahwa BPA sebesar 0.6 berat per juta (bpj), sesuai dengan Peraturan Badan POM Nomor 20 tentang Kemasan Pangan. 

Hal ini dibuktikan dengan riset yang dilakukan pada tahun 2021 dan 2022, baik pada produksi dan juga distribusinya. Hasilnya ada 3,4% sampel yang diduga tidak memenuhi syarat batas maksimal BPA Free pada proses distribusinya. 

Dari riset tersebut juga ditemukan kadar BPA 0.05-0.06bpj, dari distribusi sebesar 46,97% dan produksi sebesar 30,91%. 

Kadar BPA yang dianggap beresiko terhadap kesehatan, di atas 0.01bpj ditemukan pada 5% sampel air galon di sarana produksi dan 8,67% di sarana peredaran. 

Cara Meminimalisir Konsumsi BPA Free

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi atau meminimalisir konsumsi BPA. Diantaranya adalah. 

  • Utamakan produk dengan label BPA Free pada kemasan makanan dan minuman Anda. 
  • Hindari untuk memanaskan makanan yang menggunakan wadah plastik, suhu panas dapat membuat BPA terurai dan berpindah ke makanan atau minuman Anda. 
  • Jangan menggunakan air mendidih untuk botol susu plastik, terutama susu yang akan dikonsumsi kepada anak atau bayi. 
  • Gunakan wadah dengan bahan kaca atau stainless steel
  • Kurangi konsumsi makanan atau minuman dalam kemasan plastik. 
  • Selalu periksa kode daur ulang yang berbentuk segitiga di bagian bawah wadah plastik. Hindari membeli produk dengan kode angka 3 atau 7 karena biasanya mengandung BPA.

Itulah penjelasan singkat mengenai Bisphenol A atau yang biasa dikenal dengan BPA. Selalu perhatikan wadah makanan atau minuman Anda. 

Pastikan bahwa keluarga, saudara dan teman-teman Anda menggunakan air mineral yang berlabel BPA Free. Selalu gunakan air galon Cleo BPA Free

logo-tanobel-white-w500

Layanan Pelanggan

PT Sariguna Primatirta Tbk.
Jl. Raya A. Yani 41-43,
Kompleks Central Square Blok C-1,
Gedangan  - Sidoarjo
East Java 61254

Copyright © 2023 - CLEO . Cleo Pure Water  -  Tanobel