Senyawa Bromat, Zat Berbahaya yang Perlahan-Perlahan Membunuh Kita

Muncul lagi sebuah isu baru setelah kasus BPA Free pada tahun 2023 lalu, kali ini muncul isu bromat. 

Senyawa bromat yang diduga zat berbahaya yang terkandung pada air mineral dalam kemasan. 

Pemerintah memiliki aturan batas normal untuk kandungan bromat yang ada pada setiap kemasan, tetapi kasus bromat ini juga menunjukkan bahwa beberapa air mineral memiliki kandungan bromat di atas rata-rata. 

Apa sih Bromat itu? bagaimana bromat bisa muncul dalam air mineral yang sudah dikemas rapi dalam plastik? 

Berikut adalah penjelasannya serta hal-hal yang harus dipahami mengenai senyawa bromat. 

Senyawa Bromat

Senyawa Bromat terbentuk melalui reaksi antara bromin alami yang umumnya ditemukan pada sumber mata air.

Umumnya dikenal dengan desinfeksi air minum kemasan. Sebenarnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi. 

Diantaranya adalah ion bromida, pH sumber air, ozonisasi dan waktu bereaksi ketika terjadinya proses desinfeksi. 

Pada dasarnya setiap air minum dalam kemasan memiliki kandungan bromat yang alami. Hanya saja dampak buruk yang dihasilkan oleh senyawa bromat ini yang harus dihindari. 

Maka dari itu pemerintah muncul dengan peraturan untuk membatasi jumlah minimal kandungan senyawa bromat. 

WHO juga telah menciptakan peraturan yang menetapkan bahwa kandungan senyawa kimia, salah satunya bromat adalah 0,01 miligram per liter. Itu adalah batas aman untuk kandungan bromat dalam air minum. 

Proses pembentuknya senyawa bromat sebenarnya dapat terjadi dengan dua cara, yaitu alami dan buatan. 

Alami adalah ketika air mineral terkena paparan sinar matahari. Air yang mengandung bromida akan bereaksi jika bertemu dengan oksigen. Hingga kemudian menghasilkan senyawa bromat. 

Jika secara buatan, bromat terbentuk melalui proses kimia atau dengan lingkungan. Umumnya digunakan pada industri tekstil, pembuatan kertas dan pemutihan tepung. 

Dampak Buruk Senyawa Bromat

Senyawa kimia jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memberikan dampak yang berbahaya baik itu jangka pendek maupun jangka panjang. 

Termasuk dengan senyawa bromat, yang memberikan dampak buruk jangka panjang seperti penyakit ginjal, gangguan pada pendengaran dan paling buruknya adalah kanker. 

Senyawa bromat juga memberikan dampak buruk pada sistem saraf tubuh kita, yang umumnya ditandai dengan gangguan koordinasi gerakan, gangguan bicara dan masalah keseimbangan. 

Maka dari itu perlu diperhatikan asupan air minum Anda, adalah air minum terbaik dengan mengutamakan kualitasnya terutama untuk kesehatan. 

Perlu juga diperhatikan bahwa senyawa bromat tidak hanya ada pada air minum, melainkan pada makanan juga, maka terus awasi asupan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh Anda. 

Upaya Pencegahan Senyawa Bromat

Pemerintah menjadi aktor utama dalam mencegah paparan bromat dengan menetapkan batas minimal senyawa bromat pada air minum. 

Ada cara pencegahan yang dapat dilakukan menggunakan teknologi pengolahan air yang efektif, seperti ozonisasi dan penggunaan karbon aktif. 

Dinilai lebih efisin dalam upayanya untuk mencegah senyawa bromat pada air minum dalam kemasan. 

Langkah pencegahan senyawa bromat juga harus dilakukan di sumbernya, seperti pengawasan ketat terhadap industri yang menggunakan bromat dan pengendalian pembuangan limbah yang mengandung bromat ke lingkungan.

Maka dari itu segera gunakan air minum dalam kemasan yang terjamin aman kualitasnya bagi kesehatan dan juga lingkungan Anda, seperti Cleo. 

Cleo sudah dipastikan bahwa kandungan senyawa bromatnya sudah berada di bawah batas aman yang telah ditetapkan pemerintah. 

Maka dari itu Cleo aman dijadikan pilihan terbaik untuk air minum Anda sehari-hari.  

logo-tanobel-white-w500

Layanan Pelanggan

PT Sariguna Primatirta Tbk.
Jl. Raya A. Yani 41-43,
Kompleks Central Square Blok C-1,
Gedangan  - Sidoarjo
East Java 61254

Copyright © 2023 - CLEO . Cleo Pure Water  -  Tanobel